Naik Motor Hujan-hujan, Peranti Ini Berguna Banget

08.26
Jakarta dan sekitarnya tengah sering disiram hujan. Pengguna sepeda motor yang berangkat beraktivitas juga dituntut untuk tambahan hati-hati saat mengemudikan sepeda motor di tengah hujan. Dan tidak boleh lupa, tetap pakai perlengkapan berkendara lengkap.

Meski hujan, pemotor disarankan supaya tetap memakai helm, sarung tangan, hingga sepatu. Namun, masih terdapat saja pemotor yang mencopot sepatunya atau sarung tangannya sebab takut basah. Padahal, faedah kedua peranti sangat urgen saat berkendara.

"Kalau hujan tetap gunakan sepatu, menyeluruh riding gear. Nggak terdapat tuh namanya naik motor gunakan sandal sebab takut sepatunya basah. Sekarang telah ada pembuingkus sepatu, kita dapat pakai itu," kata Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor Hendrik Ferianto.

Nah, supaya bisa tetap memakai sepatu ketika riding di tengah hujan, ketika ini sudah tidak sedikit dijual mantel pembungkus sepatu. Jadi, sepatu tetap dapat dipakai tanpa fobia basah, dan kaki tetap terlindungi.

Harganya juga tak menghabiskan kantong. Pembungkus sepatu itu dapat dibeli dengan harga mulai Rp 30 ribuan, ada pun mantel pembungkus sepatu yang harganya lebih mahal.

Pagi tadi, detikOto mengupayakan menggunakan pembungkus sepatu itu. Dan benar, minimal sepatu tidak basah dan kaki tetap terlindungi bila terjadi sesuatu.

"Kalau secara fungsi, intinya dia membalut sepatu agar tidak basah, namun dia tidak menghilangkan faedah dari sepatunya. Itu jauh lebih bagus," kata Hendrik mengomentari peranti pembungkus sepatu tersebut.

"Kenapa mesti gunakan sepatu? Jangan sampai karena sepatu fobia basah, akhirnya anda cedera di kaki," sebutnya.

Hendrik menuliskan, orang yang naik motor ketika hujan dan gunakan sandal tersebut sangat keliru. Karena dia malah mengorbankan sisi safety-nya.

"Pernah terdapat kejadian, pengendara yang gunakan sandal jepit tersebut otot jarinya putus. Dulu peserta training saya terdapat yang begitu, tiga otot jarinya putus. Bisa putus sebab dia lagi naik motor, terdapat pengendara beda dari arah sebaliknya, kaki dia terbentur pedal rem dari motor arah kebalikannya itu. Dia nggak terasa, tahu-tahu menggigil, pas lihat ke bawah telah putus otot jarinya. Kalau gunakan sepatu kan tidak bakal kejadian laksana itu," kisah Hendrik.

"Kita dalam kecepatan tinggi kadang nggak terasa. Jadi sayang sekali bila musim hujan, kok ngorbanin gunakan sandal. Padahal kini sudah terdapat pembungkus sepatu, dan tersebut praktis dapat dilipat kecil," lanjutnya.

Begitu pun soal sarung tangan. Hendrik menganjurkan meski hujan, sarung tangan tetap dikenakan.

"Terutama pun bicara suhu. Gampangnya, anda naik motor tanpa sarung tangan tersebut kayak keriput. Itu dapat timbul penyakit juga, masuk angin dan lain-lain. Walaupun basah ya nggak apa-apa, yang urgen tangan dibentengi dulu. Jangan mikirin basah, karena bila basah, bermukim dijemur, kering. Tapi bila sduah crash, jatuh, tangan dapat luka," kata Hendrik.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.