Jenis Obat Alergi Dingin yang Perlu kita Ketahui

19.06
Banyak orang hendak berlibur ke wilayah yang dingin supaya bisa merasakan kesejukan udara. Namun, nyatanya tidak seluruh orang suka dengan suhu yang dingin. Orang yang mempunyai alergi dingin alias urtikaria dingin pasti justeru menghindari apa juga yang dingin. Kalau tidak, gatal-gatal bakal menyerang dan menggaggu aktivitas. Lantas, apa saja obat yang dapat digunakan guna orang yang alergi dingin?

Pada sejumlah orang, urtikaria dingin alias alergi dingin dapat hilang dengan sendirinya sesudah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Sebenarnya tidak terdapat obat eksklusif untuk situasi ini, namun ada sejumlah obat sebagai perawatan dan pencegahan yang bisa membantu.

Dokter seringkali menyarankan Anda guna menghindari penyampaian dingin. Kalau tersebut tidak membantu, kita mungkin membutuhkan obat dengan resep eksklusif yang lebih paten.

Sebelum Anda memakai obat guna perawatan alergi dingin, konsultasikan dahulu situasi Anda pada dokter. Dilansir dari DermNet New Zealand, ada sejumlah obat-obatan yang biasa dipakai untuk biduran ketika alergi dingin kambuh. Berikut susunan obat-obatannya.

1. Antihistamin

Antihistamin ialah obat sangat umum yang dipakai pada permasalahan alergi dingin. Histamin ialah zat kimia vasoaktif. Ini dengan kata lain histamin mempunyai efek pada pembuluh darah kecil (kapiler) guna melebar. Histamin memengaruhi saraf di dekat bagian tubuh yang mengakibatkan gatal biduran.

Seperti namanya, antihistamin ialah obat yang menghentikan kerja histamin. Histamin seringkali dilepaskan ketika terjadi situasi ini di kulit:
  • Gigitan serangga
  • Biduran, angiodema, dan anafilaktik
  • Keracunan
  • Urtikaria pigmentosa

Dengan adanya obat antihistamin, maka efek histamin yang dikeluarkan ketika sedang merasakan alergi dingin bakal ditekan untuk meminimalisir efek gatalnnya.

Antihistamin dapat didapatkan dalam format tablet, suntikan, atau krim. Suntikan hanya diserahkan pada permasalahan alergi yang parah.

2. Kortikosteroid sistemik

Kortikosteroid sistemik mempunyai efek anti peradangan yang mendalam. Kortikosteroid sistemik yang diserahkan melalui mulut (diminum) atau dengan disuntik dinamakan dengan steroid sistemik. Ada sejumlah jenis steroid sistemik, salah satunya ialah prednisone dan prednisolon. Keduanya ialah obat yang sangat sering diresepkan guna orang yang merasakan peradangan pada kulit.

Prednisone sangat sering diserahkan untuk pagi hari. Pengobatan mula menggunakan prednisone ini seringkali diberikan guna 2-4 minggu kesatu, selanjutnya akan disaksikan lebih lanjut hasilnya – apakah butuh menyesuaikan lagi dosisnya atau telah cukup.

Penggunaan obat ini mesti dimulai dengan konsultasi untuk dokter terlebih dahulu karena ada efek samping yang dapat terjadi semenjak minum obat ini. Khususnya andai Anda minum dalam takaran yang tinggi (lebih dari 20 mg per hari). Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain:
  • Gangguan tidur
  • Nafsu santap meningkat
  • Kenaikan berat badan
  • Peningkatan gula darah 2 jam sesudah makan
  • Efek psikologis tertentu

3. Leukotriene antagonis

Obat ini disebut pun dengan antileukotriene. Obat ini menghambat zat leukotrien yang memunculkan peradangan.

Obat ini pada dasarnya sering dipakai untuk menangani asma. Namun antileukotriene ini memiliki guna lain, yakni:
  • Pencegahan dan penyembuhan asma pada anak dan orang dewasa.
  • Pengobatan alergi musiman (hay fever) yang dirangsang oleh alergen dari luar laksana serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
  • Pengobatan alergi yang dirangsang oleh alergen dalam ruangan laksana debu tungau, spora jamur, atau bulu binatang.
  • Untuk menangani sekian banyak  jenis permasalahan biduran, tergolong biduran sebab alergi dingin.

4. Omalizumab

Omalizumab atau disebut pun Xolair ialah terapi obat lini kedua untuk penyembuhan biduran. Dilansir dari laman Mayo Clinic, obat ini bakal diresepkan guna orang dengan alergi dingin yang tidak sukses menggunakan obat lainnya. Contohnya obat antihistamin atau obat steroid sistemik.

Obat ini tidak dapat digunakan sembarangan, diserahkan dengan suntikan di permukaan kulit masing-masing 4 minggu sekali. Obat ini dapat digunakan guna remaja dan pun orang dewasa.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.