Bahaya Diabetes Gestasional Pada Ibu Hamil

18.57
Diabetes gestasional ialah kondisi diabetes yang terjadi pada seorang perempuan yang sedang hamil. Jenis diabetes yang satu ini jangan disepelekan oleh semua ibu hamil. Tak melulu memberikan akibat pada kesehatan ibu, diabetes gestasional pun membahayakan janin dalam kandungan. Lantas, apa saja pemicu diabetes ketika hamil dan bagaimana teknik menanganinya? Tenang, seluruh jawabannya dapat Anda temukan secara menyeluruh dalam pembahasan berikut ini.

Seberapa barangkali diabetes gestasional terjadi?

Kemungkinan untuk merasakan diabetes ketika hamil ingin bervariasi, tergantung hal risikonya.

Faktor risiko diabetes gestasional tersebut sendiri terbagi menjadi dua, yaitu hal risiko rendah dan tinggi. Beberapa hal risiko tinggi yang merangsang terjadinya diabetes ketika hamil ialah sebagai berikut:
  • Wanita mempunyai diabetes ketika sebelum hamil
  • Terdapat anggota family yang mengidap diabetes
  • Riwayat kehamilan sebelumnya, misalnya mencetuskan bayi besar atau situasi air ketuban paling banyak
  • Kesehatan ibu hamil tersebut sendiri, contohnya hamil dalam situasi obesitas, mempunyai hipertensi baik sebelum atau ketika hamil, dan sebagainya

Jadi, sangat barangkali bila perempuan dapat merasakan diabetes ketika hamil walaupun sebelumnya tidak mengalaminya. Hal ini terjadi pada 2 hingga 10 persen permasalahan dari total kehamilan.

Apa saja tanda dan fenomena diabetes gestasional?

Sebenarnya tidak terdapat tanda dan fenomena tertentu yang mengarah pada diabetes gestasional. Pasalnya, situasi ini hanya dapat diketahui melewati pemeriksaan secara teratur dengan tes laboratorium.

Jadi, begitu seorang wanita menginjak masa kehamilan maka pengecekan laboratorium butuh segera dilaksanakan untuk menyaksikan adakah bisa jadi mengidap diabetes atau tidak.

Ketika ibu dicurigai mengalami situasi ini, tak melulu kadar gula darahnya saja yang bakal dipantau. Namun disaksikan juga bagaimana tubuh ibu menoleransi naik-turunnya kadar gula darah dalam satu hari.

Ambil contoh, ibu hamil yang baru saja selesai santap tentu akan merasakan gula darah naik. Nah, yang butuh diwaspadai ialah ketika kadar gula darah itu melonjak menyeluruh yang mengarah untuk diabetes atau disebut pun sebagai prediabetes.

Jadi, menyaksikan kadar gula darah ibu hamil saja tidak lumayan untuk menilai diabetes gestasional sebab hal tersebut dapat menyebabkan kerancuan.

Misalnya saja, kadar gula darah sewaktu dapat saja mengindikasikan angka normal, namun ternyata salah satu gula darah sewaktu terdapat lonjakan gula darah yang abnormal. Nah, urusan inilah yang dinamakan dengan prediabetes.

Bahaya diabetes gestasional pada ibu dan bayi dalam kandungan

Tidak melulu pada ibu hamil saja, diabetes gestasional juga dapat memberikan akibat tertentu pada kesehatan bayi dalam kandungan. Ibu hamil yang diabetes pasti akan mengalami sejumlah masalah kehamilan, di antaranya:
  • Risiko mencetuskan prematur
  • Preeklampsia
  • Melahirkan secara caesar
  • Risiko mencetuskan dengan perangkat bantu, contohnya dengan pertolongan vakum, forcep, dan sebagainya
  • Risiko robekan kulit lubang vagina (perineum) lebih banyak bila mencetuskan secara normal
  • Infeksi sekitar kehamilan, contohnya keputihan atau infeksi pasca kehamilan

Sementara itu, situasi diabetes ketika hamil pun dapat menyebabkan sejumlah risiko pada janin, yakni bayi dengan berat bermunculan rendah (BBLR), bayi bermunculan dengan ukuran besar, bermunculan prematur, keguguran, kematian bayi seketika dalam kandungan (stillbirth), dan kecacatan atau ketidaksempurnaan pada bayi.

Mungkinkah diabetes ketika hamil dapat sembuh setelah mencetuskan nanti?

Kemungkinan sembuh atau tidaknya diabetes gestasional sesudah melahirkan disaksikan dari hal risikonya. Kalau perempuan hamil telah mempunyai riwayat diabetes sebelumnya, baik dari dirinya sendiri maupun dari riwayat keluarganya, maka bisa jadi kondisi diabetesnya bakal kambuh sewaktu-waktu walau sudah melahirkan.

Faktanya, sebesar 30 hingga 60 persen permasalahan diabetes gestasional dapat pulang menjadi diabetes yang menetap. Artinya, sangat barangkali Anda yang merasakan diabetes ketika hamil, tetap merasakan lonjakan kadar gula darah walaupun telah melahirkan.

Risiko ini bakal semakin bertambah bila perempuan hamil memiliki hal risiko yang merangsang terjadinya diabetes gestasional.

Misalnya saja, ibu hamil merasakan obesitas, terdapat riwayat diabetes, atau berat badan tidak pulang ke normal pasca melahirkan. Bila Anda merasakan salah satunya, maka bisa jadi Anda akan merasakan diabetes yang menetap di masa mendatang.

Lantas, bagaimana teknik menangani diabetes ketika hamil?

Hal yang utama guna mencegah situasi ini terjadi sama ibu hamil ialah dengan penerapan pola santap dan gaya hidup sehat sejak mula kehamilan.

Namun, andai ibu hamil telanjur terpapar diabetes, maka jelas dibutuhkan upaya mengendalikan gula darahnya semaksimal mungkin. Caranya dapat dengan mengolah pola makan, konsumsi obat diabetes, atau injeksi insulin.

Upaya penanganan diabetes gestasional pun dapat dilaksanakan dengan merealisasikan pola hidup yang lebih sehat, di antaranya sebagai berikut:

1. Pola makan

Dilihat dari pola makannya, ibu hamil disarankan untuk menghindari sejumlah jenis makanan yang dapat merangsang naiknya gula darah, yakni makanan dengan indeks glikemik tinggi laksana makanan manis, dan makanan tinggi garam. Pasalnya, baik gula maupun garam sama-sama berperan dalam menambah kadar gula darah seseorang.

Di samping itu, ibu hamil yang merasakan diabetes tidak disarankan untuk minum susu hamil. Ini disebabkan susu hamil berisi kalori ekstra yang dapat mencapai 200 hingga 400 kalori per gelas. Tentunya urusan ini malah semakin menambah risiko diabetes pada ibu hamil.

2. Aktivitas fisik

Aktivitas jasmani atau olahraga dapat menambah respon tubuh terhadap insulin. Ini sebabnya, ibu hamil yang merasakan diabetes disarankan untuk meningkatkan kegiatan fisiknya.

Senam hamil ialah salah satu olahraga enteng yang dapat dilaksanakan oleh ibu hamil guna meningkatkan kegiatan metabolik.

Melalui senam hamil, tubuh ibu bisa bereaksi lebih baik terhadap insulin yang didapatkan oleh tubuhnya sendiri. Dengan demikian, ibu hamil yang teratur olahraga bisa mengendalikan gula darahnya lebih baik daripada ibu hamil yang tidak olahraga.

3. Mengendalikan stres

Menjaga situasi psikis ibu hamil tak kalah pentingnya dengan menjaga situasi fisik, salah satunya tingkat stres ibu hamil. Hormon stres atau kortisol bisa memengaruhi proses metabolisme gula dan resistensi insulin dalam tubuh sehingga menambah risiko diabetes pada ibu hamil.

Tidak melulu itu, situasi stres pada ibu hamil pun dapat membahayakan kesehatan janin. Pasalnya, hormon kortisol yang didapatkan oleh ibu hamil yang stres dapat menjebol plasenta dan memengaruhi benak janin. Akibatnya, bayi berisiko merasakan gangguan psikis dan menghambat keterampilan kognitif pada bayi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.