Tagar #SaggyBoobsMatter Ajak Perempuan Tidak Malu Punya Payudara Kendur

08.17


Mau tidak mau, suka tidak suka kini  memang anda  sebagai insan  hidup di era yang namanya digital.
Di mana di era digital ini, selain pertumbuhan  teknologi yang kian  canggih, arus bakal  media sosial pun  sangat melaju pesat. Sejatinya, sosial media memang me stilah dipakai  dengan baik supaya  bisa menjadiguna  atau dengan kata beda  memberikan akibat  positif, bukankebalikannya  yakni justeru  mendatangkan efek negatif untuk  para pemakai nya.

Salah satu misal  dari pemanfaatkan media sosial secara positif, misalnya  baru saja ditunjukkan  oleh Chidera Eggerue. Dara 23 tahun ini, diketahuiialah  sosok di balik penggiat tagar kampanye #SaggyBoobsMatter di media sosial laksana  Twitter dan Instagram. Dengan tagar tersebut, Chidera yang adalah seorang blogger ini mengupayakan  untuk menyuarakan untuk  wanita-wanita laksana  dirinya di luaran sana guna  percaya diri dengan format  payudara alami 'saggy' alias kendur mereka.

Dalam tayangan acara televisi berjudul This Morning, Chidera menyatakan  bahwa gerakan kampanye itu  ia jajaki  suarakan, sebagai di antara  upaya dirinya guna  melawan obsesi dari lingkungan masyarakat mengenai  bagaimana format  tampilan sempurna dari payudara seorang wanita. Di acara tersebut, Chidera pun  menuliskan  bahwa semenjak  merilis gerakan kampanye sosial dengan tagar #SaggyBoobsMatter pada Januari lalu, dirinyatidak sedikit  menerima pesan bernada positif dari tidak sedikit  wanita, mulai dari remaja wanita sampai  ibu-ibu menyusui.

"Banyak pesan sebagai respon positif yang datang kepadaku, khususnya  darisemua  remaja perempuan  yang menuliskan   kepadaku bahwa denganmenyaksikan  tagar tersebut, menciptakan  mereka menjadi berhenti guna  datang berkonsultasi untuk  para berpengalaman  operasi plastik, iniialah  hal yang menakjubkan guna  didengar. Lalu yang lebih menyentuh hati lagi, aku menerima suatu  pesan dari semua  ibu-ibu yang menyusui yangmenuliskan   bahwa gerakan kampanye tagar ini telah menciptakan  diri mereka merasa lebih cantik ketika  proses menyusui anak-anak mereka," ungkap Chidera untuk  pembawa acara Ruth Langsford dan Eamonn Holmes dalam acara tersebut.

Lebih lanjut Chidera menjelaskan, dirinya terbersit gagasan  untukmenciptakan  gerakan tagar #SaggyBoobsMatter tidak cukup  lebih berangkat dari empiris  pribadi dirinya yang pun  sewaktu remaja dahulu tidak luputmenikmati  tidak percaya diri dengan format  tubuhnya sendiri, yang manadiakibatkan  oleh imej soal format  payudara sempurna ala model yangsekitar  ini lama beredar.
"Sebagai seorang remaja putri, sebenarnya  terlalu dini aku berfikir bahwaterdapat  sesuatu yang salah dengan diriku. Waktu masih berusia 18 tahun, aku juga  pernah berfikiran untuk mengerjakan  operasi plastik, aku terbiasa berkata  dengan ibuku waktu tersebut  bahwa saat  aku telah  mempunyai  pekerjaan aku akan menyimpan uang  dan mengerjakan  operasi payudara," tambah Chidera yang suka menunggah potret  dirinya tidak mengenakan bra di akun laman media sosial pribadinya ini.

Namun walaupun memilih guna  menjunjung tampilan format  tubuh alaminya, Chidera menegaskan bahwa masing-masing  wanita mempunyai  hak kemerdekaan  masing-masing terhadap tubunya sendiri. Entah tersebut  mau mengerjakan  operasi ataupun tidak.
"Aku percaya bahwa wanita layak  mendapatkan hak otonomi atas tubuhnya sendiri, dan andai  mereka hendak  melakukan atau mendapatkan perbuatan  operasi plastik payudara, urusan  ini benar-benar seluruhnya ialah  terserah untuk  diri masing-masing. Saya merasa, bagaimanapun bahwa ituialah  cara pintas untuk dapat  menerima diri sendiri," pungkasnya.

Walau tidak sedikit  menerima respon positif, Chidera menyatakan  bahwa gerakan kampanye lewat tagar #SaggyBoobsMatter ini pun  tidak luput dari reaksi negatif. Namun pada akhirnya, Chidera yang kini dilafalkan  telah menerima kondisi format  tubuhnya tersebut bercita-cita   bahwa orang laindapat  merasa terhubung dengan pesan imej yang ia bawa di media social nya. Demikian laksana  disitat Dailymail, Minggu (25/3/2018).


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.